MotoGP 2013; Kronologi Rossi Menang Di Assen Belanda

 


ManiakMotor – “Spesifikasi motor saya tidak jauh dari M1 Jorge (Lorenzo),” jelas   Valentino Rossi. Tetapi berita itu tidak menyebar. Karena saat itu fokus pada cerita paket sokbreker depan saat test di Aragon, Spanyol, seminggu sebelun lomba di Assen, Belanda. Race di Assen sendiri berlangsung  29 Juni yang juaranya Rossifumi.

Cerita juga berkembang pada pengereman. Padahal perangkat penghenti laju itu sembuh lantaran perpindahan distribusi bobot  bisa diteruskan fork pengganti. Kinerjanya saat terima peralihan bobot dari belakang, nggak ngaruh oleh tekanan rem. Bagian depannya pun di Assen nggak mantul-mantul seperti sebelumnya.

Persoalan body balance ini ingin segera dicoba Rossi di Assen. Bila masih kurang, ya dioprek lagi sampai dapat, toh titik terang sudah muncul saat sekalian ganti dan ‘meminjam’ karakter lengan ayun milik Lorenzo yang agak rigid. Makanya disebut Rossi setera miliknya Lorenzo. “Sudah tak sabar, ingin secepatnya ke Asssen,” kata Doctor sebelum lomba di Assen di kawasan Kota, eit tuh Asem Regers, bro. 

Itu hanya salah satu ciri Rossi akan jadi penguasa lintasan Assen. Tanda-tanda lanjutannya sejak  free practice 1 walau ia hanya ke-4,  tapi ia bagian empat joki pencetak  1 menit 35 detik koma sekian. Di FP1 ini konsistensinya mencatak  1 menit 36 detik hanya kalah dari Lorenzo yang kebanyakan 35 detik. 

The Doctor sejak dulu bukan pencari waktu tercepat di sesi latihan, yang ia lacak adalah menyetel bagaimana motor mudah dikendarai untuk waktu rata-rata.   “Cukup lama saya mencari keseimbangan dengan M1 dan baru dapat saat tes Aragon. Di lomba Assen saya hampir tak percaya dengan kenyataan,” urai The Doctor yang kembali jadi doktor tikungan.

Flash File http://www.maniakmotor.com/images/IklanYamaha/yamahavixion.swf is not found

Baginya konsintesi setiap lap mutlak, makanya di tulisan sebelumnya top speednya 307 km/jam hanya ke-9. Kembali ke lap top, ia telusuri lagi di FP2. Walau Rossi di sesi latihan kedua hanya ke-2 yang hujan di bawah Marc Marquez yang 1 menit 47 detik, Rossi banyak mencetak 1 menit 48 detik. Sedang 47 detik Marquez dan Rossi hanya sekali. Silakan klik Chronological Analysis of Performances dikeluarkan MotoGP.Com.

FP3 (hujan) perlu dicurigai sehari sebelumnya masih ada rehab  kecil untuk siap-siap di trek basah. Di sesi ini Rossi ke-12 tanpa berusaha cepat. FP4 (kering) cuma kedua, Rossi rata 1 menit 36 detik koma sekian dan tercepat 1 menit 35.684 atau beda 0.032 detik dengan Marquez yang ke-1, tipis. Itu berlanjut ke qualifying 2 memang ke-4, tapi dari empat pembalap yang dapat 1 menit 34 detik. Posisi grid ke-4 itu juga terbaik dari enam seri tahun ini.

Disimpulkan Rossi berhasil bikin rata meluncurkan motornya di Assen dibanding sesi sama di Mugello dan Catalunya yang grafiknya macam rambut The Doctor, ilkal. Benar cuap-cuapnya M1-nya ma'nyus. Makanya portal ini bikin judul ‘Rossi Podium...!’ Mungkin hanya bikin geli para pengklik, qiqiqi, kan geli. Yang ngetik jarinya juga geli, ngetik MotoGP melulu, bro.

Prediksi itu diupload sebelum sesi warm-up yang Rossi kian konsisten. Tentu juga prediksi itu membaca suhu Belanda yang biasanya pagi hujan. Itu bikin untung stamina Rossi adem, komponen motor juga sejuk, ban pun lega. Di sesi warm-up Rossi ke-1 rata dengan 1 menit 35 detik yang pagi sebelumnya di Belanda sempat hujan. Hujan inilah yang membuat suhu lintasan tidak meningkat tajam sampai lomba  treknya cuma 18oC. Suhu yang selalu menguntungkan buat M1.

Di lomba waktu rata Rossi 1 menit 35 detik, tanpa melakukan kesalahan secuil pun, tidak menjauh dari 35.2. Bandingkan dengan Marquez atau Pedrosa yang selalu meleset dari koma 2 bahkan sering koma 4 atau koma 5 sampai 7 di belakang 35 detik. Rossi menjauh dari koma 2 di dua lap terakhir karena yakin semakin di depan. 

Prediksi itu juga dari empat pembalap pabrikan Honda dan Yamaha, tiga lainnya dilempar motor ke tanah Belanda. Bahkan Lorenzo harus lari dari Belanda, bukan dikejar VOC, tapi untuk dioperasi di Barcelona. Tinggal Rossi yang tidak merasakannya.  Jangankan jatuh, out atau overshoot pun ia nggak pernah. Wajar dong dijagokan... ditambah cerita M1-nya mendakati milik  Lorenzo. Bila Lorenzo tidak cidera, ya keduanya di depan. Sebab, Rossi sudah bisa mengatasi Pedrosa dan Marquez, yang juga tak mudah diatasi. Miolo

BACA JUGA

MotoGP 2013 Assen (Race): Sinar Rossi, Sihir Komunitas Balap Dunia

MotoGP 2013 Assen (Race): Rossi Unggul Manuver, Kalah Top Speed

MotoGP 2013 Assen Belanda (Race); Huhui.. Rossi Juara Mengalirkan Distribusi M1, 2.5 Tahun Menunggu

MotoGP 2013 Assen Belanda Jelang Race; Prediksi, Rossi Podium..!

MotoGP 2013 Assen (Jelang); Rossi 'Pinjam Angin' Duel Trio Spanyol..?

MotoGP 2013 Assen Belanda (Jelang); Sirkuit Goyang Terus, Rossi Tak Sabar



 

 


Written by Administrator