MotoGP 2013 Italia Mugello (Jelang); Melacak Girboks SSG, Kekuatan Honda Bikin Pusing Yamaha

 


ManiakMotor – Tulisan ini opini saja soal SSG (Seamless Shift Gearbox) di Honda RC213V yang sekarang bikin Honda di atas angin dan bikin pusing Yamaha. Hasilnya memang seperti continuously variable transmission (CVT). Bedanya ada perpindahan gigi pada SSG, tapi tidak ada reduksi yang terputus.

 Konon (jangan terbalik) – sampai detik ini belum ada skema  SSG untuk MotoGP – adalah, kuncinya pada botol atau drum untuk rumah pengungkit pinion. Konon lagi ada gigi tambahan berputar terus sebagai perantara supaya gigi selanjutnya langsung memutar roda alias reduksi terus belangsung, nggak ada matinya.

Tapi bila cerita konon terus, mendingan tinggalkan saja artikel ini, lebih baik waktunya dipakai beli rokok, lalu ngopi, mantap. Di Formula One (F1) pencetus teknologi SSG, mereka menggunakan dua botol pengungkit rasio pada mainshaft (input) dan counter shaft (output). Di motor mainshaft adalah poros dudukan rasio yang berhubungan dengan kruk-as. Counter poros kedua yang ujungnya nongol di samping persneling. Itu lho dudukan sproket yang tersambung dengan rantai ke gir roda belakang. Ngerti kan? 

Cara kerja botol  pertama memindahkan duluan gigi ke percepatan berikutnya, sehingga daya putar tak berhenti. Baru pengungkit kedua pada botol kedua juga, menyusul mentransfter gigi pasangannya. Lha, berarti benar butuh gigi tambahan yang terus menggasing sebagai pelantara, dong. Yang jadi tanya, jumlah mata gigi itu statis atau berubah-ubah sesuai rasio percepatan? Juga bisa saja ada gigi ganda yang saling isi, satunya mengajak gigi selanjutnya mulai berputar, sedang yang ditinggalkan juga tetap berputar, jadinya saling sambung. Maaf, lengkapnya belum tahu bang, masih dilacak di internet nggak ketemu-ketemu. Pusing juga, hehe.

Kedua pengungkit ini diaktifkan oleh elektronik girboks dan 'katanya' terintegrasi pada sliper clutch. Itu cerita di F1, ya ditarik ke MotoGP hampir sama saja. Memang berhubungan, karena Shuhei Nakamoto, wakil presiden HRC, mantan orang F1 yang membawa teknologi SSG ke Honda. "Transmisi ini bukan ilegal, tetapi ini penemuan terbaru untuk motor," kata Nakamoto sejak mengembuskan temuannya dua tahun lalu.

Hanya menduga-duga saja, istilah seamless pengertian harapiahnya memang mulus. Tetapi istilah itu sendiri bukan diperkenalkan F1 atau Honda di MotoGP sebagai penemu SSG secara resmi. Bisa saja dikarang-karang orang yang menulisnya, tetapi punya logika teknik, perpindahan yang hayus dan muyus.

Portal ini juga bisa mengklaim, istilah seamless juga berhubungan dengan tipe pipa. Nah, botol sebagai rel tungkai pengungkit ini tidak berbentuk layaknya botol atau drum, tapi jadi pipa. Karena konstruksinya jadi dua, butuh media lebih kecil agar muat pada ruang gorboks. Seamless juga istilahnya, boleh juga istilah ngeles, qiqiqi. Ini pun hanya ilmu kira-kira, namanya juga ngeles.  Jangan dipercaya. Tapi percayalah SSG itu ada.

Jorge Lorenzo saat masuk ke sirkuit Mugello, Italia menghadapi ronde 5 MotoGP 2013 pada 2 Juni ini rada pesimis duluan di trek lurus. Katanya, satu-satunya kelemahan Yamaha M1 saat ini dibanding Honda selalu keluar tikungan. Apalagi menuju trek lurus. Kerena reduksinya teratur dari bawah, top speed Honda lebih cepat didapat. “Hanya itu sebenarnya kurangnya Yamaha,” jelas Lorenzo yang sampai saat ini masih menunggu riset SSG di pabrik Yamaha di Jepang.  

Kembali ke SSG. SSG berbeda dengan dual clutch dan quickshifter. Namanya juga dual, ada dua kopling yang bekerja saat mengubah persneling dan meneruskan dayanya.  Kedua kopling bergantian bekerja pada gigi ganjil dan genap. Sedang  ‘quick’ semata memaksa perpindahan gigi tetap berlangsung tanpa perlu off throttle. Toh, untuk close ratio yang racing dipakai motor, quick itu tak ada gunanya. Saking rapatnya gigi rasio tanpa tarik tuas kopling dan tutup gas pun bisa terjadi pindah gigi. Yang jadi masalah, jeda saat tungkai penggerak pada botol menggeser rasio. Itu yang diatasi SSG. 

Hasilnya, pada SSG  tidak ada gejala wheelie, lha wong rasionya muter terus dan modulnya saling mendekap. Jadi, tenaga kaget saat reduksi tersambung sudah dihaluskan. Padahal, dengan roda depan terangkat pembalap buruan mengimbanginya, ya hilang waktu. Juga ora wani  melanjutkan akselerasi lebih deras, sama juga jadi lambat. Di SSG sesuka pembalapnya mengumpan gigi dengan gas panteng terus. Maka keuntungan SSG sampai 6 persen dibanding konvensional. Lihat saja, hasil tiga seri ke belakang di MotoGP. Honda unggul sekitar dengan angka persentase itu.

Seperti itulah SSG versi penulis. Silakan kalau ada info lain, komentar di bawah ini dan akan jadi referensi selanjutnya. Miolo

BERITA TERKAIT:

MotoGP 2013 Jelang Mugello: Yamaha Tetap Sasis Baru, Atau Bikin Lagi..?

MotoGP 2013 Austin (Q2); Saktinya SSG RC213V Marquez-Pedrosa Di Texas

MotoGP 2013 Menuju Austin: Lorenzo Mencari Musuh, SSG Masih Teka-Teki

MotoGP 2013 Tes Jerez: Yamaha Pakai Girboks SSG Nggak Sih?


Written by Administrator